Hidrokel

24 Agu

Hidrokel

 

Hidrokel terjadi bila prosesus vaginalis tidak mengalami obliterasi sempurna dan meninggalkan lumen berdiameter kecil sehingga cairan rongga peritoneal turun masuk ke tunika vaginalis. Kadang-kadang pada anak-anak yang lebih besar dapat terjadi hidrokel yang disebabkan oleh trauma, inflamasi atau tumor testis.

 

Definisi

Hidrokel merupakan suatu keadaan adanya cairan dalam tunika vaginalis.

 

Kumpulan cairan yang menetap di dalam prosesus vaginalis peritoneum. Jadi hampir selalu terdapat hubungan dengan rongga peritoneal.

Secara embriologik, pembentukan hidrokel seperti pada hernia inguinalis – prosesus vaginalis peritoneum tidak mengalami obliterasi meninggalkan saluran yang kecil sehingga cairan rongga peritoneal turun masuk ke tunika vaginalis. Hidrokel dapat regresi spontan setelah prosesus vaginalis peritoneum mengalami obliterasi sempurna pada usia pasien 1-1,5 tahun.

 



 

Dibagi menjadi :

  1. Hidrokel komunikans
  2. Hidrokel non-komunikans

 

Gambar 1. Hidrokel Komunikans

Gambar 2. Hidrokel Non-komunikans

 

 

Etiologi

  1. Kongenital
  2. Simtomatik
  3. Idiopatik

 

Manifestasi Klinis

Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri. Terdapat massa di skrotum yang berubah ukuran berhubungan dengan aktivitas pasien. Benjolan ini teraba kistik, tidak sakit, berisi cairan yang dapat dibuktikan dengan tes transiluminasi. Transiluminasi diperiksa di ruangan gelap atau dengan bantuan kertas yang digulung (untuk menjadikan rongganya sebagai ruang gelap) sehingga terlihat sinar senter yang diarahkan ke dalam rongga menghasilkan sinar yang berpendar dalam benjolan. Pada hidrokel yang terinfeksi atau kulit skrotum yang sangat tebal kadang-kadang sulit melakukan pemeriksaan ini, sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi.

 

Gambar 3. Tes Transiluminasi

 

Diagnosis

  • Skrotum membesar
  • Permukaan rata, terdapat fluktuasi
  • Batas atas teraba
  • Testis tak teraba
  • Tidak ditemukan tanda-tanda radang
  • Diafanoskopi positif

 


 

Diagnosis Differensial

  1. Hernia skrotalis
  2. Orkhitis
  3. Tumor testis
  4. Elefantiasis skrotum

 

Penatalaksanaan

Prosesus vaginalis masih mungkin mengalami obliterasi sempurna setelah bayi berumur 2 tahun.

Pembedahan dilakukan setelah regresi spontan tidak dapat diharapkan pada umur tersebut di atas dan hidrokel telah menimbulkan keluhan. Prosedur bedah yang dilakukan adalah ligasi tinggi prosesus vaginalis peritoneum, seperti pada prosedur herniotomi.

Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi dan operasi. Aspirasi cairan hidrokel tidak dianjurkan karena selain angka kekambuhannya tinggi, kadang kala dapat menimbulkan penyulit berupa infeksi.

Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah :

  1. hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah,
  2. indikasi kosmetik, dan
  3. hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

 

Penyulit

Jika dibiarkan, hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga menimbulkan atrofi testis.


 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: