Penjahitan Luka

15 Okt

Penjahitan Luka

 

  1. Alat-alat
  • Nald voeder/Needle holder
  • Pinset chirrurgis
  • Gunting benang
  • Jarum jahit
  • Benang jahit terbuat dari Seide/Silk (Sutera), Chromic cat gut, Plain cat gut
  • Doek lobang yang steril
  • Kasa steril
  • Sarung tangan steril
  1. Cara Kerja
    1. Operator mencuci tangan, kemudian menggunakan sarung tangan steril.
    2. Tepi luka ditarik dengan pinset, ditentukan pertautannya untuk mendapatkan bentuk yang tepat dan rapi, bila dilakukan penjahitannya nanti.
    3. Selesai penjahitan, lakukan adaptasi agar tepi luka tidak tumpang tindih (overlapping). Ini berguna agar luka cepat sembuh.

     

Gambar 1. Jarum dan benang jahit

 



 


 

 

Macam-macam Jahitan Luka

Jenis jahitan dalam pembedahan banyak sekali. Dikenal beberapa jahitan sederhana, yaitu jahitan terputus, jahitan kontinu, dan jahitan intradermal.

 

  1. Jahitan Terputus (Simple Inerrupted Suture)

    Terbanyak digunakan karena sederhana dan mudah. Tiap jahitan disimpul sendiri. Dapat dilakukan pada kulit atau bagian tubuh lain, dan cocok untuk daerah yang banyak bergerak karena tiap jahitan saling menunjang satu dengan lain. Digunakan juga untuk jahitan situasi.

    Cara jahitan terputus dibuat dengan jarak kira-kira 1 cm antar jahitan. Keuntungan jahitan ini adalah bila benang putus, hanya satu tempat yang terbuka, dan bila terjadi infeksi luka, cukup dibuka jahitan di tempat yang terinfeksi. Akan tetapi, dibutuhkan waktu lebih lama untuk mengerjakannya.

     

    Gambar 2. Interrupted over and over suture.

     

  2. Jahitan Matras
    1. Jahitan Matras Horizontal

      Jahitan dengan melakukan penusukan seperti simpul, sebelum disimpul dilanjutkan dengan penusukan sejajar sejauh 1 cm dari tusukan pertama. Memberikan hasil jahitan yang kuat.

       

      Gambar 3. Interrupted horizontal mattress suture

       

    2. Jahitan Matras Vertikal

      Jahitan dengan menjahit secara mendalam di bawah luka kemudian dilanjutkan dengan menjahit tepi-tepi luka. Biasanya menghasilkan penyembuhan luka yang cepat karena didekatkannya tepi-tepi luka oleh jahitan ini.

       

      Gambar 4. Interrupted vertical mattress suture

       

    3. Jahitan Matras Modifikasi

      Modifikasi dari matras horizontal tetapi menjahit daerah luka seberangnya pada daerah subkutannya.

       

    Gambar 5. Interrupted semi-mattress suture

     

  3. Jahitan Kontinu

    Simpul hanya pada ujung-ujung jahitan, jadi hanya dua simpul. Bila salah satu simpul terbuka, maka jahitan akan terbuka seluruhnya. Jahitan ini jarang dipakai untuk menjahit kulit.

    1. Jahitan Jelujur Sederhana (Continous Over and Over)

      Jahitan ini sangat sederhana, sama dengan kita menjelujur baju. Biasanya menghasilkan hasil kosmetik yang baik, tidak disarankan penggunaannya pada jaringan ikat yang longgar.

       

      Gambar 6. Continuous over and over sutures

       

    2. Jahitan Jelujur Feston (Interlocking Suture)

      Jahitan kontinyu dengan mengaitkan benang pada jahitan sebelumnya, biasa sering dipakai pada jahitan peritoneum. Merupakan variasi jahitan jelujur biasa.

       

    Gambar 7. Ford suture pattern

 

  1. Jahitan Intradermal

    Memberikan hasil kosmetik yang paling bagus (hanya berupa satu garis saja). Dilakukan jahitan jelujur pada jaringan lemak tepat di bawah dermis.

     

    Gambar 8. Continuous intracutaneous

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Satu Tanggapan to “Penjahitan Luka”

  1. Orange Oktober 23, 2011 pada 2:38 pm #

    makasih buat post-an nya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: